Jamaah Haji dan Umroh Bela Ponpes Walisongo: Jangan Hakimi Lembaga Karena Ulah Oknum Guru

oleh -864 views

Lampung Utara, –   Di tengah isu dugaan pelecehan yang dilakukan oknum guru di Arriyadl Global Islamic Boarding School Blambangan, dukungan justru mengalir dari para jamaah haji dan umroh binaan Pondok Pesantren Walisongo.

Bagi mereka (Jamaah-red) Ponpes Walisongo bukan sekadar pesantren, melainkan rumah kedua yang telah membimbing perjalanan spiritual mereka hingga ke Baitullah.

“Kami kenal Walisongo bukan hari ini saja. Kami dibimbing manasik, diurus dokumen, sampai pulang haji tetap dibina. Kalau ada oknum guru yang berbuat salah, itu tanggung jawab pribadinya, jangan bawa-bawa nama pesantren dan KBIHU Walisongo,” ujar H. Muslihudin salah satu jamaah haji asal Sungkai Utara, yang berangkat Haji tahun 2009 dan 2014 , melalui binaan Walisongo.

Hal senada disampaikan Ust Fajri jamaah umroh asal SKB, Lampung Utara, Ia mengaku sangat terpukul mendengar nama Walisongo dikait-kaitkan dengan perbuatan oknum tersebut.

“Saya umroh lewat KBIHU Hajar Aswad Walisongo. Ustadz-ustadznya sangat menjaga adab, apalagi soal batasan laki-laki dan perempuan. Sangat ketat. Jadi kami yakin ini murni kelakuan oknum, bukan ajaran dari pesantren,” katanya.

Para jamaah menilai, langkah cepat yayasan yang langsung memberhentikan oknum guru tersebut sudah tepat dan menunjukkan komitmen menjaga nama baik serta kenyamanan jamaah dan santri.

“Kami jamaah haji dan umroh tetap percaya penuh sama Walisongo. Buktinya sampai sekarang kalau ada pengajian, manasik, kami masih datang ke sana. Jangan sampai kabar yang belum jelas menghancurkan kepercayaan umat yang sudah dibangun puluhan tahun,” tambahnya.

Diketahui, Ponpes Walisongo Lampung Utara, selama puluhan tahun tidak hanya bergerak di pendidikan santri, tetapi juga aktif sebagai Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Hajar Aswad yang telah memberangkatkan ribuan jamaah asal Lampung Utara dan sekitarnya.

Saat ini kasus dugaan pelecehan tersebut telah ditangani Polres Lampung Utara dan Pihak yayasan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian dan menegaskan tidak akan mentolerir pelanggaran etika dan syariat dalam bentuk apapun di lingkungan pesantren.

Terpisah, Pengasuh atau Pimpinan Pondok Pesantren Walisongo KH. Drs. Nurullah Qomaruddin, A.S., M.H. (Abah) juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi dan tidak mudah menyimpulkan persoalan sebelum ada kejelasan dari pihak berwenang.

Menurut Abah, Pondok Pesantren Walisongo selalu berkomitmen menjaga marwah lembaga pendidikan Islam serta melindungi seluruh santri dari segala bentuk tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, etika, dan hukum.

“Kami minta masyarakat untuk tetap tenang, jangan menyebarluaskan informasi yang belum tentu benar. Jika memang terbukti ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum, biarlah proses hukum yang berjalan. Kami dari pihak yayasan sudah mengambil sikap tegas dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” ujar Abah melalui whatsapp pribadinya, Rabu (14/10/2026).

Abah juga menegaskan bahwa Pondok Pesantren Walisongo terbuka dan mendukung penuh proses penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Lampung Utara.

“Kami sangat menjunjung tinggi perlindungan terhadap santri. Ponpes Walisongo ini rumah besar untuk mendidik anak-anak menjadi generasi yang berakhlak. Jangan sampai karena ulah oknum satu orang, ribuan santri dan alumni yang sedang berjuang menimba ilmu dan mengabdi di masyarakat menjadi korban penilaian yang tidak adil,” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *