Bandar Lampung,- Keunggulan UMKM fashion tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk secara efisien. Di tengah perubahan tren, digitalisasi, dan persaingan yang semakin ketat, kreativitas perlu diubah menjadi inovasi bernilai pasar agar usaha dapat berkembang dan bertahan.
Temuan tersebut disampaikan Eka Travilta Oktaria, mahasiswa Program Doktor Manajemen Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL), dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor, Rabu, 19 Agustus 2026. Eka mempertahankan disertasi berjudul “Model Pengembangan Keunggulan Bersaing UMKM Fashion melalui Kapabilitas Inovasi–Kreativitas: Integrasi Kapabilitas Operasional dan Dynamic Capabilities.”
Hadir dalam tahap ujian akhir jenjang pendidikan S3 ini Prof. Dr. Iskandar AA, S.E., M.M. sebagai promotor, Dr. Andala Rama P. Barusman, S.E., M.A.Ec, sebagai ko-promotor I, dan Dr. Habiburrahman, S.E., M.M. sebagai ko-promotor II. Sedangkan tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Mahrinasari, MS, M.Sc., Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si., Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A., dan Dr. Defrizal, S.E., M.M.
Penelitian yang melibatkan ratusan UMKM fashion di Kota Bandar Lampung itu menemukan bahwa kemampuan pemasaran, manajerial, dan produksi berperan dalam mendorong inovasi serta kreativitas. Namun, kapabilitas operasional tersebut tidak selalu secara otomatis menghasilkan keunggulan bersaing.
“UMKM tidak cukup hanya mampu memproduksi dan memasarkan barang. Kemampuan tersebut harus diterjemahkan menjadi kreativitas dan inovasi yang menghasilkan produk unik, relevan dengan pasar, serta sulit ditiru oleh pesaing,” kata Eka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan manajerial baru memberikan dampak kuat ketika diwujudkan melalui inovasi dan kreativitas. Kemampuan mengelola sumber daya perlu diterjemahkan menjadi pembaruan produk, desain, proses produksi, strategi pemasaran, dan model bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Sementara itu, kemampuan produksi menjadi salah satu fondasi utama daya saing. Proses produksi yang efisien, fleksibel, dan berkualitas memungkinkan UMKM merespons perubahan tren secara lebih cepat sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah.
Berdasarkan temuan tersebut, Eka merumuskan Strategic Capability Transformation Model (SCTM). Model ini menjelaskan proses transformasi kapabilitas operasional menjadi keunggulan bersaing melalui kreativitas sebagai sumber gagasan dan inovasi sebagai penerapan gagasan tersebut.
Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan UMKM fashion tidak cukup hanya melalui pelatihan teknis. Pelaku usaha juga membutuhkan dukungan digitalisasi, pengembangan produk, penguatan merek, akses teknologi, serta kolaborasi dengan komunitas kreatif, lokapasar, perguruan tinggi, dan industri.
Bagi pemerintah dan pemangku kepentingan, hasil penelitian tersebut dapat menjadi masukan dalam merancang program pendampingan UMKM yang lebih terintegrasi. Program pengembangan usaha perlu menghubungkan kemampuan produksi, pengelolaan, pemasaran, kreativitas, dan inovasi dalam satu ekosistem.
Sidang ditutup dengan pengumuman kelulusan oleh Rektor UBL Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A. Ia menyampaikan rasa bangga atas capaian Eka sekaligus mengapresiasi kontribusi ilmiah yang dihasilkan melalui disertasinya. “Riset doktoral harus mampu melahirkan gagasan dan model yang dapat diterapkan. Temuan ini relevan untuk memperkuat UMKM agar lebih adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing berkelanjutan di tengah perubahan pasar,” ujar Yusuf.
Dengan kelulusan tersebut, Eka Travilta Oktaria resmi menjadi doktor ke-5 yang diluluskan oleh Program Doktor Manajemen Pascasarjana UBL. Model yang dihasilkannya diharapkan dapat menjadi rujukan dalam membangun UMKM fashion yang semakin kreatif, adaptif, inovatif, dan berdaya saing berkelanjutan.(***)






