Debu Proyek Pelebaran Jalan Ruas Bujung Tenuk – Penumangan Dikeluhkan Warga

oleh -1,878 views

Tulang Bawang Barat, –  Proyek pelebaran Jalan ruas Bujung Tenuk – Penumangan yang menghubungkan Kabupaten Tulang Bawang dan Kabupaten Tulang Bawang Barat menimbulkan keluhan dari warga dan pengguna jalan.

Pasalnya, Akibat kurangnya pengawasan dari dinas BMBK provinsi sehingga debu tebal yang beterbangan dari area proyek dinilai semakin mengganggu karena minimnya penyiraman, terutama saat cuaca panas dan aktivitas kendaraan sedang padat.

Hasil pantauan di lokasi, ruas jalan tersebut tampak diselimuti debu yang beterbangan akibat aktivitas alat berat, tumpukan material proyek, serta lalu lalang kendaraan. Setiap kali truk melintas kepulan debu membumbung ke udara dan menyelimuti badan jalan akibat kurangnya penyiraman hingga mengurangi kenyamanan pengguna jalan.

“Kondisi tersebut paling dirasakan pengendara sepeda motor yang harus melintasi jalur proyek setiap hari. Sejumlah pengendara terlihat mengenakan masker dan menutupi wajah untuk mengurangi paparan debu. Meski demikian, debu tetap beterbangan dan menempel pada pakaian maupun masuk ke mata saat berkendara.

Warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, mengaku debu dari proyek pelebaran jalan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Menurutnya, kondisi itu terjadi hampir sepanjang hari, terutama ketika kendaraan besar melintas.

“Kalau siang dan cuaca panas, debunya sangat banyak rumah yang dekat jalan juga cepat kotor, Kami berharap ada penyiraman rutin supaya debunya tidak terlalu mengganggu,” Ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Susanti, pengendara sepeda motor yang setiap hari melintas di ruas jalan tersebut untuk bekerja. Ia mengaku sering terpapar debu saat melintasi lokasi proyek.”Kalau perbaikan jalan memang bagus untuk jangka panjang, tetapi selama proses pengerjaan sebaiknya ada penyiraman lebih sering agar pengguna jalan tidak terlalu terganggu,” Ungkapnya.

Ia berharap pelaksana proyek dapat meningkatkan upaya pengendalian debu melalui penyiraman rutin dan langkah mitigasi lainnya agar dampak terhadap masyarakat serta pengguna jalan dapat diminimalkan.

Hingga berita ini di tayangkan pihak rekanan belum bisa di mintai keterangan terkait minimnya penyiraman di lokasi proyek tersebut.
(Dedi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *