“Berlayar Menuju Tantangan Baru”: Pelepasan Niko Sigit Menuju Jawa Tengah-DIY

oleh -1,067 views

Bandar Lampung,- (WS99.Net) Suasana haru dan penuh penghormatan menyelimuti aula Kantor Wilayah DJKN Lampung dan Bengkulu pada Kamis pagi ini. Seluruh pegawai bersama para undangan dari Kementerian Keuangan perwakilan Provinsi Lampung, termasuk dari Kanwil DJBC Sumatera Bagian Barat dan Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung, hadir dalam momen istimewa: melepas Bapak Nikodemus Sigit Rahardjo untuk menjalankan amanah barunya sebagai Kepala Kanwil DJKN Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selama masa kepemimpinannya di DJKN Lampung dan Bengkulu, sosok yang akrab disapa Pak Niko ini dikenal sebagai figur pembaharu yang konsisten mendorong transformasi birokrasi dengan semangat tinggi. Di bawah arahannya, berbagai capaian strategis berhasil diraih: mulai dari kinerja yang senantiasa melampaui target, hingga predikat Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bagi unit kerja di wilayah tersebut.

Tidak hanya sebagai pemimpin birokrasi, Pak Niko juga dikenal sebagai sosok inspiratif yang rendah hati, mudah bergaul, dan mengedepankan prinsip kepemimpinan yang setara. Kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara yang dimulai sejak tahun 1993 telah mengajarkannya bahwa membangun birokrasi bukan semata soal prosedur, tapi soal hubungan kerja yang adaptif, kolaboratif, dan akuntabel.

Ciri khas lain yang melekat pada dirinya adalah ketertarikan terhadap dunia teknologi dan semangat dalam mendorong transformasi digital. Berbagai inovasi telah dilahirkan selama masa jabatannya—bukan hanya untuk mempercepat layanan, tetapi juga meningkatkan transparansi serta kemudahan akses bagi publik.

“Perubahan bisa dimulai dari keberanian untuk mencoba. Inovasi bukan hanya soal teknologi, tapi soal niat baik untuk memperbaiki. Menjadi pemimpin sejati adalah tentang memberi makna dan dampak di mana pun berada,” ungkapnya dalam pidato perpisahan yang disambut tepuk tangan panjang.

Dalam akhir sambutannya, ia pun menyampaikan filosofi hidup yang menyentuh hati:

“Dari yang semula bukan siapa-siapa, kita juga akan kembali menjadi bukan siapa-siapa. Jabatan dan sebagainya hanyalah titipan yang sewaktu-waktu bisa kembali kepada Yang Maha Kuasa.”

Bagi banyak pegawai yang hadir, momen ini bukan sekadar perpisahan, melainkan penguatan semangat dan teladan kepemimpinan yang menginspirasi. Kisah pengabdian dan nilai-nilai yang ditinggalkan Pak Niko akan menjadi bekal berharga untuk terus melanjutkan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Provinsi Lampung dan Bengkulu. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *