38 Proposal Usaha Pertanian dan Peternakan Dipertemukan dengan Investor, PKS Dorong Petani Naik Kelas

oleh -1,760 views

Pringsewu, –  Upaya memperkuat ekonomi petani tidak cukup berhenti pada peningkatan hasil panen. Akses permodalan, pasar, dan kemitraan usaha menjadi kunci agar potensi pertanian dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi. Semangat inilah yang diangkat dalam rangkaian Hari Tani Nasional 2026 melalui kegiatan *business matching* dan pembukaan Sekolah Tani, Ternak, dan Nelayan (STTN) di Pringsewu, Sabtu (24/10).

Kegiatan ini mempertemukan petani, peternak, nelayan, pelaku usaha, dan calon investor. Sebanyak **38 proposal usaha pertanian dan peternakan** mengikuti *business matching* untuk membuka peluang kerja sama, pengembangan usaha, dan akses permodalan. Forum ini diharapkan menjadi jembatan agar gagasan usaha dari sektor pertanian tidak berhenti sebagai rencana, tetapi memiliki kesempatan untuk berkembang melalui kemitraan yang tepat.

Ketua DPP PKS Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan, Riono Caping, menekankan pentingnya mempertemukan potensi daerah dengan jaringan usaha dan dukungan yang dibutuhkan petani. Sementara itu, Ketua DPW PKS Lampung, Adi Utama Ibnu, menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat ekonomi berbasis pertanian.

Selain membuka peluang kemitraan usaha, kegiatan ini menghadirkan Sekolah Tani, Ternak, dan Nelayan sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas pelaku sektor pangan. Program tersebut diharapkan melahirkan duta tani yang berpegang pada tiga prinsip, yakni melayani, memberdayakan, dan membela petani. Program Pasar Tani juga didorong untuk memperkuat pemasaran produk lokal dan menjaga perputaran ekonomi di tengah masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan ini, PKS mendorong penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir: petani menghasilkan produk, pelaku usaha mengembangkan nilai tambah, dan kemitraan membuka akses pasar serta permodalan. Dengan demikian, peringatan Hari Tani tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperluas peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, serta nelayan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *