Bandarlampung, – DPRD Provinsi Lampung mendorong pembangunan dan pengelolaan jalan tol tidak hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia usaha, termasuk melalui tarif yang mendukung efisiensi distribusi logistik.
Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, SE, MBA, menyampaikan bahwa aspek tarif tol perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena masih merasa cukup membebani sebagian pelaku usaha yang menggunakan jalan tol untuk pengiriman dan distribusi logistik.
Hal tersebut disampaikan dalam FGD Nasional “Jalan Tol untuk Apa dan Siapa?” yang digelar Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) di Grand Mercure Hotel Lampung, Sabtu (3/10/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, SE, MBA, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, ST, MM, serta sejumlah pemangku kepentingan dan undangan lainnya.
Menurut Ahmad Giri Akbar, perhatian terhadap tarif menjadi penting karena biaya penggunaan jalan tol merupakan salah satu komponen dalam kegiatan distribusi. Bagi pelaku usaha yang mengandalkan jalan tol untuk pengiriman barang, efisiensi biaya transportasi juga berpengaruh terhadap kelancaran distribusi dan daya saing usaha.
Oleh karena itu, keberadaan jalan tol yang diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan perjalanan, tetapi juga dapat mendukung efisiensi rantai distribusi sehingga manfaat konektivitas dapat dirasakan secara lebih luas oleh dunia usaha dan masyarakat.
Bagi Lampung, jaringan jalan tol memiliki peran strategis dalam melancarkan pergerakan orang dan barang, termasuk hasil pertanian serta berbagai komoditas daerah. Penguatan konektivitas antar kawasan diharapkan semakin membuka akses pasar dan mendukung aktivitas ekonomi di wilayah yang dilintasi.
FGD tersebut membahas berbagai aspek penyelenggaraan jalan tol, mulai dari fungsi dan pelayanan, keselamatan, manfaat ekonomi dan kewilayahan, hingga keinginan pengusahaan jalan tol. Forum mempertemukan pemerintah, regulator, badan usaha jalan tol, dunia usaha, akademisi, asosiasi, pengguna jalan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Melalui forum tersebut, pengembangan ekosistem jalan tol yang diharapkan dapat terus diarahkan pada keseimbangan antara konektivitas, kualitas pelayanan, keinginan pengusaha, serta manfaat bagi pengguna dan wilayah. Perhatian terhadap tarif dan efisiensi logistik menjadi salah satu bagian penting agar infrastruktur jalan tol semakin memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. (Tim Humas)






