Bandar Lampung,- Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperkuat pembangunan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah sekaligus sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Hal tersebut ditegaskan dalam Apel Mingguan di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung yang digelar di Lapangan Korpri Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (25/5/2026). Bertindak sebagai pembina apel, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Liza Derni.
Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan menegaskan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar dan harus dimanfaatkan secara optimal, terukur, serta berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur menjelaskan bahwa Pemerintah saat ini tengah melaksanakan Proyek Strategis Nasional melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih yang dirancang secara terintegrasi dari hulu hingga hilir guna mentransformasi kawasan pesisir menjadi kawasan yang produktif, modern, dan mandiri.
“Program ini tidak hanya membangun sarana dan prasarana, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat nelayan agar memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menyampaikan, pada Tahun 2026 Provinsi Lampung kembali mendapatkan alokasi empat lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Tahap II, yakni KNMP Tegineneng di Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, KNMP Cabang di Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah, KNMP Kuncir di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, serta KNMP Durian di Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.
Saat ini, seluruh lokasi tersebut telah dilakukan peletakan batu pertama dan sedang dalam proses pembangunan.
Sementara itu, pada Tahap I Tahun 2025, Provinsi Lampung telah berhasil menyelesaikan pembangunan empat lokasi Kampung Nelayan Merah Putih, yakni KNMP Ketapang dan KNMP Bandar Agung di Kabupaten Lampung Selatan, serta KNMP Sukorahayu dan KNMP Margasari di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.
Berbagai fasilitas penunjang telah dibangun di kawasan tersebut, mulai dari tempat pendaratan ikan, balai nelayan, kios perbekalan, pabrik es, gudang beku portable hingga SPBUN. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Selain program Kampung Nelayan Merah Putih, Pemerintah juga tengah melaksanakan Program Kampung Tematik Budidaya Ikan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.
Melalui program tersebut, masyarakat akan memperoleh bantuan berupa sarana kolam bulat, benih ikan, pakan, peralatan budidaya, IPAL, hingga tandon air. Saat ini, proses verifikasi proposal dan calon penerima masih dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Gubernur berharap seluruh perangkat daerah terkait dapat memberikan dukungan penuh, melakukan pendampingan, serta memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Keberhasilan program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pembudidaya ikan di Provinsi Lampung,” katanya.
Apel mingguan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan tali asih kepada 64 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki batas usia pensiun terhitung mulai 1 Juni 2026, santunan kepada 5 ASN yang meninggal dunia, serta santunan kepada 1 orang suami/istri ASN yang telah meninggal dunia.
Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para ASN yang memasuki masa purna tugas atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
“Pengabdian yang telah diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan daerah dan akan menjadi teladan bagi ASN lainnya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga ASN yang menerima santunan dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan.
Tali asih dan santunan tersebut diserahkan oleh Staf Ahli Gubernur bidang perekonomian dan pembangunan Provinsi Lampung mewakili Pemerintah Provinsi Lampung kepada 2 perwakilan ASN yang akan memasuki masa purnabakti sebagai wujud perhatian serta penghormatan Pemerintah Provinsi Lampung kepada ASN dan keluarga besar ASN yang telah mengabdikan diri bagi daerah dan masyarakat.(*)






