Penerimaan Negara Tembus Rp995,3 Triliun hingga Mei 2025, Tanda Kinerja APBN Tetap Kuat

oleh -1,445 views

Jakarta,- (WS99.Net) Di tengah ketidakpastian global dan dinamika ekonomi yang terus bergerak, kinerja penerimaan negara menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga 31 Mei 2025, pemerintah berhasil menghimpun pendapatan negara sebesar Rp995,3 triliun atau 33,1 persen dari target APBN 2025. Capaian ini menegaskan bahwa mesin penerimaan negara tetap bekerja secara optimal dan konsisten mendukung kekuatan fiskal nasional.

Dari jumlah tersebut, penerimaan perpajakan memberikan kontribusi terbesar dengan total Rp683,3 triliun atau 31,2 persen dari target tahunan. Meskipun sempat tertekan oleh peningkatan restitusi, terutama dari PPh badan, tren penerimaan pajak diperkirakan membaik pada bulan Juni berkat meningkatnya pembayaran PPN dalam negeri serta penguatan pajak dari sektor impor.

Sektor kepabeanan dan cukai juga mencatatkan kinerja impresif, yakni Rp122,9 triliun atau 40,7 persen dari target. Pertumbuhan signifikan tercermin dari penerimaan Bea Keluar yang melonjak 69,1 persen (yoy), dipicu oleh kenaikan harga dan volume ekspor CPO. Sementara itu, penerimaan cukai tumbuh 11,3 persen, seiring dengan dampak positif kebijakan penyesuaian pelunasan pita cukai.

Tak kalah penting, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) turut memperkuat struktur pendapatan dengan realisasi Rp188,7 triliun atau 36,7 persen dari target. Kinerja PNBP terutama ditopang pendapatan dari sektor Sumber Daya Alam, layanan Kementerian/Lembaga, serta peningkatan kontribusi Badan Layanan Umum (BLU) non-sawit.

“Di tengah tekanan ekonomi global, capaian penerimaan negara hingga Mei 2025 merupakan bukti ketahanan fiskal kita yang solid dan kerja keras seluruh elemen pemerintah dalam menjaga kesinambungan APBN,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (17/6).

Dengan capaian tersebut, pemerintah tetap optimistis mampu menjaga stabilitas anggaran dan mendorong pemulihan ekonomi nasional. Pendapatan negara yang tumbuh sejalan dengan strategi akselerasi belanja publik, program perlindungan sosial, dan stimulus pembangunan di berbagai sektor prioritas.

APBN 2025 dirancang sebagai instrumen fiskal yang adaptif dan responsif terhadap tantangan zaman. Dengan penerimaan yang kuat dan belanja yang terus diarahkan pada program strategis, pemerintah berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya beli masyarakat, dan memastikan kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas utama. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *