Teknik Gulung Tangan, Harga Mendunia: Vira Buktikan Sulam Usus Lampung Punya Pasar Global

oleh -1,172 views

Lampung , –  Di tengah suasana sejuk dan ramah Desa Margodadi, Lampung Selatan, ada sosok gadis muda yang membawa nama Lampung lewat karya sulam usus. Dia adalah Navira Repanda Putri, mahasiswi semester 2 Jurusan Psikologi Universitas Malahayati Lampung yang akrab disapa Vira.

Selain kuliah, Vira aktif menjalankan usaha sulam usus yang ia kembangkan dengan sentuhan fashion modern.

Saat dikonfirmasi dikediamannya Di Desa Margodadi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung, Selasa (19/05/2026) Vira mengatakan, sulam usus buatannya sudah diaplikasikan ke berbagai produk seperti kebaya modern, bolero, gaun pesta, dres, hingga aksesoris.

Material sulam usus dipadukan dengan payet, kristal, dan benang metalik warna silver serta rose gold, sehingga tidak hanya mengandalkan benang emas kuning.

Teknik yang digunakan tetap mempertahankan gulung tangan, proses yang membutuhkan waktu berminggu-minggu bahkan bisa sampai tiga bulan untuk satu karya.

Karya sulam usus Vira kini sudah banyak dipesan, tidak hanya dari Bandar Lampung dan kabupaten lain di Provinsi Lampung, tetapi juga dari luar daerah.

Pesanan datang dari Jawa, bahkan beberapa kali dikirim hingga Singapura, Taiwan, dan Hongkong. Hal ini membuat produknya semakin dikenal dan menjadi salah satu kerajinan khas Lampung yang diminati pasar Internasional.

Sementara itu, Putri Indah Sari yang akrab disapa Indah, salah satu pengrajin sulam usus di Desa Margodadi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan mengatakan semua proses pembuatan masih dilakukan secara manual.

“Kualitas bahan dan pembuatan tetap kami jaga. Pelayanan terbaik untuk pembeli juga menjadi prioritas utama kami,” ujar Vira.

Menurutnya, proses manual memang memakan waktu lebih lama, tetapi hasil akhirnya lebih detail dan bernilai seni tinggi.

Bagi masyarakat yang ingin melihat atau memesan produk kerajinan sulam usus, bisa menghubungi Whatsapp Kami 085789570214 / 083154756011 atau melalui media sosial Instagram sulamususreva, TikTok sulam.usus.reva, dan Facebook Sulam Usus Reva. Kehadiran Vira dan para pengrajin muda seperti dirinya diharapkan bisa menjaga kelestarian sulam usus Lampung sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat desa. (*Nis*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *